Tampilkan postingan dengan label Demos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demos. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Desember 2017

Siswa didik di antara ambisi orangtua dan pelatih




Bismillah ar-rohmaan ar-rohiim

Beberapa kali belakangan ini saya sering diajak berdiskusi dengan banyak orangtua murid yang rata-rata mengeluhkan performa anak-anaknya yang menurun saat kejuaraan. Sebelumnya mereka, sang anak, langganan juara 1, medali emas, kini malah menurun dan tak jarang kalah sejak babak penyisihan. Sementara latihan didalam klubnya, di timnya tetap rajin, tetap semangat dan tak mengeluh meski harus pulang malam dengan jadwal seminggu sampai 3 atau 4 kali.

Mendengar ini saya hanya mampu tersenyum karena sebenarnya ini fenomena umum di kalangan "atlet" banyak klub dolahraga di Indonesia terutama yang berorientasi pada prestasi dan medali. Baiklah mari kita coba pahami permasalahannya, menurut sudut pandang saya selaku pelatih beladiri yang sudah duapuluhan tahun melatih semua tingkatan usia, sejak usia TK sampai mahasiswa.

Dari banyak pertanyaan yang keluar dari para ortu tersebut sebenarnya sudah ada jawabannya sendiri, hanya saja kita, terkadang lebih memilih menegasikan kenyataan, tanda-tanda jelas yang terlihat di depan mata. Mari kita lihat satu persatu.

Pertama, harus dipahami bahwa tidak semua tingkatan latihan harus berorientasi kepada prestasi.
Ya memang benar sekarang banyak sekali kejuaraan tingkat pemula, hingga terakhir saya lihat video anak-anak usia TK berlaga dalam kejuaraan.
Lucu sih, bahkan mungkin kita juga berpedapat ini baik untuk perkembangan mental anak-anak ke depannya.
Oke, saya setuju.! Tapi itukan jawaban dari orangtua dan atau pelatihnya, apakah sudah pernah ditanyakan pada anaknya langsung baik sebelum maupun sesudah pertandingan?
Saya setuju semangat bersaing akan meningkatkan kewaspadaan dan kemandirian seorang anak tetapi apakah semua dalam satu tim dan satu tingkatan usia bisa diikutsertakan?
Maka izinkan saya bertanya, ketika orangtua dan atau pelatih mengijinkan anak dan siswanya ikut kejuaraan sebenarnya itu keinginan siapa, keinginan orangtua untuk membanggakan anak-anaknya di depan orangtua lainnya atau keinginan pelatih yang haus gelar dan ingin mendapatkan kredit dari hasil perjuangan murid-muridnya?
Coba jawab jujur.
Jika jawabannya tidak, karena semua keinginan anaknya, kemauan siswa didiknya maka akan timbul pertanyaan kedua yang menjadi poin kedua.

Kedua, seberapa sering dalam satu tahun semestinya sebuah klub, seorang atlet mengikuti kejuaraan?
Pertanyaan ini penting dijawab karena akan mengindikasikan sebarapa baik seorang pelatih menyusun program yang tepat bagi anak didiknya. Pendapat pribadi saya, meski klub kita didominasi oleh juara dunia sekalipun, mereka tetap harus punya program yang jelas dalam satu tahunnya, kejuaraan apa saja yang akan diikuti, berapa bulan jarak jeda antar kejuaraan untuk diikuti, berapa orang yang pantas untuk diikutsertakan dan berapa penting sebuah kejuaraan untuk diikuti?
Jika sebuah klub mengikuti kejuaraan hampir dua bulan sekali dengan anggota tim yang itu-itu saja, maka jangan aneh jika kemudian banyak yang cedera kemudian dalam dua tahun terakhir akan banyak yang mengundurkan diri, terutama siswa didiknya yang berusia  kadet dan junior.
Ketahuilah, anak-anak usia SD dan SMP sangat mudah didera rasa bosan. Untuk menghilangkan rasa bosan tanpa harus menghilangkan ego pelatih dalam kejuaraan maka haruslah pelatih mengetahui bobot kejuaraan yang diikuti.
Jika awalnya ikut dalam kejuaraan pemula yang semua dapat medali maka setelah dua tiga kali coba harus ditingkatkan kepada kejuaraan yang lebih serius, kelas prestasi. Setelah mapan di kelas prestasi, maka ikutsertakan di kejuaraan seleksi tingkat cabang, daerah hingga mampu seleksi nasional.
Lalu upayakan jangan ikut kejuaraan di daerah yang sama, alias di situ-situ aja, sama dia-dia lagi lawannya. Pelatih dan orangtua harus berani ajak siswanya keluar daerah atau bahkan ke luar negeri untuk bertanding. Ini namanya mencari pengalaman yang benar, tidak itu-itu saja dan dia-dia lagi.

Ketiga, jika kemudian kita lihat sang anak rajin sekali ikut latihan bahkan sampai malam, tetapi prestasinya biasa-biasa saja, pernahkah kita sadari bahwa mungkin saja anak ini memang ingin berlatih untuk mencari teman, bersosialisasi, gaul bukan untuk mencari prestasi. Jangan salahkan anak jika tak pernah jadi juara satu, membawa pulang medali emas, karena memang bukan itu tujuan dia berlatih, dia hanya berlatih karena hobbi dan ingin berteman.

Keempat, Jika semua kita pikir sudah fix anak ini akan menang dan berjiwa pemenang, tetapi pada saat kejuaraan malah melempem, saya curiga, jangan-jangan ada salah kata, ada salah ucap yang dikeluarkan oleh orangtua yang membuat sang anak tak bersemangat lagi atau tidak fokus pada kejuaraannya.

Sekali lagi saya bertanya, sebenarnya yang ingin tanding anaknya atau orangtuanya, kok orangtuanya yang semangat sementara anaknya biasa-biasa saja? Pernah bahkan saya lihat ada atlet yang ditampar dan disiram Aqua oleh bapaknya karena kalah pada kejuaraan oleh atlet yang levelnya di abawah sang anak.
Sebenarnya yang ingin tanding pelatihnya atau atletnya? Kok ya tiap bulan semua kejuaraan dia ada dan aktif? Oke jika atletnya ganti-ganti. Jika tidak? Stok atletnya hanya bebrapa saja dan terus diforsir untuk meraiih medali, lantas wajarkah jika timnya mengalami kejenuhan?

Tulisan ini saya buat disela-sela perjalanan ketempat latihan jadi mohon maaf jika ada banyak salah ketik. Insya Allah akan saya lanjutkan dalam dua tiga hari kedepan.

Minggu, 07 Februari 2016

Bismillah...
Setelah kemarin kita bahas materi sabuk putih atau geup 10 untuk praktisi Taekwondo, kini kita bahas materi sabuk kuning yuk?

Seperti biasa, berangkat dari peribahasa "basic is everything, without basic is nothing", maka yang pertama kita bahas adalah kibon dongjak atau gerakan-gerakan dasar yang meliputi teknik pukulan, tangkisan serta kuda-kuda dasar bagi penyandang sabuk kuning. Saya coba menghindari membahas tendangan lebih dahulu, padahal tendangan adalah ciri khas taekwondo. Hanya saja bagi saya ini yang memprihatinkan, betapa banyak praktisi taekwondo yang sedemikian asiknya melatih tendangan tapi lupa melatih pukulan dan kuda-kuda, sehingga hasilnya adalah sabuk yang tinggi tetapi "kosong isinya".

Baiklah, dalam vidio berikut ini adalah materi kibon dongjak untuk makki, jireugi dan seogi bagi sabuk kuning.

Dalam vidio di atas ada kuda-kuda baru yang diajarkan bagi penyandang sabuk kuning Taekwondo, yaitu Dwitkubi atau dalam bahasa inggris disebut L stance (kuda-kuda L). Kenapa L? Karena memang awalan dari kuda-kuda ini adalah membentuk dua telapak kaki seperti bentuk huruf L. Besar atau ukuran kuda-kuda ini adalah sama dengan juchum seogi atau kuda-kuda pelana bagi sabuk putih. Hanya saja jika juchum seogi posisinya adalah seperti orang yang menaiki kuda, itulah mengapa disebut "pelana", posisi badan ke depan dan pembagian titik berar tubuh merata berada di tengah. Tetapi tidak demikian dengan dwitkubi, posisi badannya menyamping dengan berat badan ditumpukan ke kaki yang di belakang.

Kemudian gerakan tangan yang baru adalah Dung Jumok Apchigi atau sabetan dengan menggunakan punggung kepalan tangan ke arah hidung atau area imjung. Awalan dari teknik ini adalah dari pinggang, seperti biasa dan kemudian digerakkan melewati ketiak lalu menyabet ke arah depan atau wajah lawan, tepatnya di hidung.

Kemudian setelah kita bahas teknik seogi dan makki, maka barulah kita bahas materi chagi atau teknik menendang. ada dua teknik bagi sabuk kuning untuk dikuasai yaitu dollyo chagi atau round house kick, tendangan yang sangat sering muncul dan favorit setiap taekwondoin serta satu lagi yaitu yeop chagi atau side kick yang sebenarnya adalah ciri khas taekwondo tapi sayangnya masih banyak yang "kurang tepat" dalam melatihnya.
Semoga dua vidio di bawah ini dapat membantu para pelatih memperbaiki dan memperkaya bendahara tips melatih teknik tendangan di dojangnya masing-masing.



Dollyo chagi :

Yeop chagi :


Semoga manfaat dan saya harap agar tidak segan untuk share ke teman-teman yang lainnya.
Untuk info dan konsultasi silakan hubungi 0813 1049 9051 (Ade) atau datangi dojang kami di Mal Balekota lantai 2 foodcourt Balerasa, jalan Jend Sudirman no 7 km 10 SukarasaTangerang 15119 setiap hari rabu, jumat dan minggu jam 4 sore. Atau di Ged Olah Raga Kec Periuk, Sangiang Kota Tangerang setiap selasa, kamis dan sabtu jam 4 sore.

Terimakasih.

Want to know more about us?
Please contact 085710100054
DEMOS MARTIAL ARTS SCHOOL 
Klub beladiri Taekwondo dan Hapkido TERBAIK di Tangerang, Banten dengan banyak torehan prestasi yang membanggakan dari skala daerah hingga skala daerah hingga dunia
Tempat latihan :
BALEKOTA MARTIAL ARTS CLASS
Mal Balekota lantai 2 Foodcourt Balerasa
jalan Jend Sudirman no 7 km 10 Sukarasa Tangerang 15119
Jadwal : Rabu-jumat-minggu jam 4 sore untuk anak2 dan remaja, jam 7 malam untuk mahasiswa dan dewasa
Info lengkap
085710100054
081310499051
demos_academy.blogspot.com

Rabu, 03 Februari 2016

Bismillah,
Alhamdulillah punya kuota bonus 24giga, dari pada mubadzir, kita nge-blog yuk?

Baik, kali ini saya coba bahas materi latihan sabuk putih. Sebagai pemula, para taekwondo-in penyandang sabuk putih adalah yang harus benar-benar diperhatikan dalam pola pelatihannya. Karena, jika salah dalam menanamkan filosofi dan pola pelatihan dalam tahapan ini, maka bisa dipastikan salah pulalah seluruh perjalanan "karier" taekwondonya maupun nilai-nilai yang akan tertanam dalam benaknya.

Tapi kali ini, saya tidak akan bahas filosofinya, lebih kepada teknis dan tutorial a to z, how to dan lainnya dalam melatih taekwondo-in penyandang sabuk putih. Perlu dicatat, materi yang saya berikan bukanlah materi baku yang dipatenkan oleh PBTI sebagai pusat pertaekwondoan di Indonesia, tapi bisa dipastikan diajarkan oleh seluruh pelatih di Indonesia dan dunia dalam melatih taekwondo-in dasar pemegang sabuk putih.

Pertama, Kibon Dongjak atau gerakan dasar atau bahasa kerennya basic movements.
Di DEMOS Martial Arts School basic movements untuk sabuk putih / geup 10 Taekwondo adalah sebagai berikut

1. Kuda-kuda / seogi :
Ada 5 kuda-kuda dasar yang harus dikuasai sebagai syarat kelulusan ujian ke sabuk kuning / Geup 9 yaitu Moa Soegi/kuda-kuda rapat atau tertutup, Naranhi Seogi/kuda-kuda untuk junbi chase, Juchum Seogi/kuda-kuda pelana atau riding horse stance, Apseogi/kuda-kuda berjalan atau walking stance, dan Apkubi/kuda-kuda panjang.

2. Pukulan / Jireugi
Ada 2 pukulan dasar dalam hal ini dibagi berdasarkan arahnya yaitu Momtong Jireugi, yang arahnya ke myeong chi atau sering disebut ulu hati dan Olgul Jireugi, yang arahnya ke imjung atau hidung.

3. Makki / Tangkisan
Ada 3 tangkisan dasar yaitu Arae MAkki atau tangkisan ke arah bawah badan, Momtong Makki atau tangkisan ke arah tengah badan dan Olgul Makki yaitu tangkisan ke arah kepala.

Berikut adalah vidio penjelasannya :




Selanjutnya adalah 3 tendangan dasar dalam Taekwondo untuk Geup 10 atau sabuk putih

1. Apchagi atau tendangan lurus ke depan.
Tendangan ini menggunanak apchuk sebagai senjatanya. Apchuk adalah bantalan kaki yang ada tepat dibawah jari kaki, digunakan untuk menendang atau meusuk bagian tubuh lawan yang ditargetkan. Silakan disimak penjelasannya dalam vidio berikut ini :


2. Mireo chagi atau tendangan mendorong atau push kick.
Jika apchagi menggukana apchuk untuk menusuk bagian tubuh lawan, maka mireo chagi menggunakan bal bada atau telapak kaki untuk mendorong tubuh lawan. Seperti dalam vidi berikut ini :



3. Yang terakhir adalah Naeryo chagi atau axe kick.
Sama seperti mireo chagi, tendangan naeryo chagi menggunakan bal bada atau te;apak kaki untuk meyerang kepala lawan. Jika mireo chagi arahnya lurus ke depan, mendorong lawan, untuk naeryo chagi arahnya mendorong kepala lawan ke bawah hingga tersungkur. Seperti dijelaskan dalam vidio berikut ini :


Demikian sekelumit materi latihan di Demos Martial Arts School untuk penyandang sabuk putih. Semoga manfaat dan jangan malas untuk di share. Terimakasih, wassalam.

Untuk pertanyaan dan konsultasi silakan hubungi Ade M Sujud, di nomer 0857 1010 0054 atau 0813 1049 9051.

Want to know more about us?
Please contact 085710100054
DEMOS MARTIAL ARTS SCHOOL 
Klub beladiri Taekwondo dan Hapkido TERBAIK di Tangerang, Banten dengan banyak torehan prestasi yang membanggakan dari skala daerah hingga skala daerah hingga dunia
Tempat latihan :
BALEKOTA MARTIAL ARTS CLASS
Mal Balekota lantai 2 Foodcourt Balerasa
jalan Jend Sudirman no 7 km 10 Sukarasa Tangerang 15119
Jadwal : Rabu-jumat-minggu jam 4 sore untuk anak2 dan remaja, jam 7 malam untuk mahasiswa dan dewasa
Info lengkap
085710100054
081310499051
demos_academy.blogspot.com





Senin, 30 November 2015

Bismillah...

Alhamdulillah, hari ahad tanggal 29 november 2015 kemarin DEMOS M.A.S sukses mengadakan acara Ujian Kenaikan Tingkat Hapkido periode III. Bertempat di Mal Balekota lantai 2 foodcourt Balerasa, ujian kali ini diikuti oleh total 68 peserta. Dilihat dari jumlah, memang DEMOS M.A.S bukanlah klub beladiri yang banyak memiliki murid, tidak sepert klub-klub Taekwondo besar yang lainnya di wilayah Tangerang dengan siswa hingga ratusan orang. Ini semata-mata dikarenakan seluruh senior atau sabuk hitam DEMOS masih aktif sebagai atlet yang aktif turun berlaga diberbagai event, termasuk PON.

Selain itu, filosofi yang diusung oleh DEMOS adalah kualitas di atas kuantitas. Dan DEMOS bukanlah sekedar klub tempat mengumpulkan siswa didik yang hanya aktif mengikuti ujian saja tetapi juga mendidik mereka menjadi atlet-atlet yang tangguh, manusia yang baik dan pelajar yang disiplin. DEMOS menitikberatkan kerjasama penuh antara orangtua murid dengan pelatih dan anak didiknya. Karena untuk mencapai tingkat puncak prestasi bagi seorang atlet, sangat dibutuhkan kerjasama yang total dari semua pihak yang terkait. Jika orangtua tidak mendukung, biasanya siswa didiknya akan terpental dengan sendirinya.Karena ujungnya adalah terkait dengan pendanaan. DEMOS tidak menggantungkan pendanaan kegiatannya pada instansi pemerintah, sekolah dan lainnya tapi murni kerjasama dan usaha penuh dari pelatih dan orangtua.

Kembali ke bahasan ujian, kali ini pun peran orangtua sangat kental pada penyelenggaraannya. Seperti kebiasaan dan tradisi di DEMOS M.A.S, setiap ujian, orangtua yang harus memegang papan kyokpa dan menyematkan sabuk untuk anak-anaknya. Tujuannya adalah agar pertama, orangtua melihat sejauh apa perkembangan mental, dan fisik anaknya setelah mengikuti latihan dalam tiga atau empat bulan sebelumnya. Dan yang paling penting adalah membangun komunikasi yang baik antara orangtua dengan anaknya. 


Pada kesempatan ini juga diberikan pengumuman dan pengalungan medali bagi para juara Porkot Kota Tangerang, dan Kejurkot Tangsel. Alhamdulillah, empat orang atlet atas nama Farzha Wiradhika, Niken Putri, Dhuri Fisabilila dan M. Rizal Effendi meraih dua medali emas dan dua medali perunggu pada event Porkot kali ini. 4 orang atlet pulang dengan 4 medali, bagi kami, ini adalah sukses 100 persen tanpa ada yang terbuang dan sia-sia.

(Kejurkot Tangsel)

Sementara itu atlet atas nama Abidzar Elghiffary serta Feby Aulia yang turun pada ajang Kejurkot Tangsel meraih 3 medali emas, yaitu pada nomer individu putra dan putri serta berpasangan dan meraih juara umum ketiga pada event yang baru pertama kali diikuti oleh DEMOS M.A.S sebagai pendatang baru di Tangsel. 

Kesuksesan ini alhamdulillah berkat dukungan penuh orangtua, kerja keras atlet dan ridho Allah SWT. Meskipun DEMOS memiliki banyak fans tetapi juga tidak kurang "pembesar" yang jadi haters. hahaha. Bahkan saat ini ada kabar yang mengatakan bahwa "DEMOS dalam investigasi" sejak secara tiba-tiba menjadi juara umum di Tangsel, mengoyak dominasi klub-klub besar disana.

Maka, tetaplah konsisten dan istiqomah dalam kebaikan, tetaplah husnuzhon atas ketentuan-Nya dan tetaplah berlatiih sekuat tenaga, insya Allah DEMOS akan tetap jadi "raja" dan juara dalam berbagai kesempatan dan masa. Seperti pilihan kami konsisten pada nomer poomsae, inilah hasilnya. Seperti husnuzhannya kami pada ketentuan Allah, meski coba dihalangi dari berbagai sisi kami yakin bumi Allah amatlah luas. Kini di tempat baru kami menjadi "juara tiba-tiba". Semoga yang menginvestigasi kami diberi kemudahan dalam hidup, menjadi juara dalam berbagai kejuaraan, dan menjadi panutan dalam perkembangan Tekwondo di Indonesia. Selamat menginvestigasi, wahai saudara kami.

Terimakasih, wassalam.
DEMOS "UNDER INVESTIGATION" hahahaha
HANYA ELANG, YANG SAAT BADAI DATANG TERBANG DI ATAS AWAN.



Want to know more about us?
Please contact 085710100054
DEMOS MARTIAL ARTS SCHOOL 
Klub beladiri Taekwondo dan Hapkido TERBAIK di Tangerang, Banten dengan banyak torehan prestasi yang membanggakan dari skala daerah hingga skala daerah hingga dunia
Tempat latihan :
BALEKOTA MARTIAL ARTS CLASS
Mal Balekota lantai 2 Foodcourt Balerasa
jalan Jend Sudirman no 7 km 10 Sukarasa Tangerang 15119
Jadwal : Rabu-jumat-minggu jam 4 sore untuk anak2 dan remaja, jam 7 malam untuk mahasiswa dan dewasa
Info lengkap
085710100054
081310499051
demos_academy.blogspot.com

  

Senin, 23 November 2015

Bismillah.

Setelah dua hari yang lalu saya tulis tentang hasil dan perolehan medali Tim Poomsae Demos M.A.S yang membela Provinsi Bali, hari ini akan saya tulis tentang murid-murid binaan DEMOS M.A.S yang lain, yang berada dan membela provinsi selain Bali.

Berikut yang pertama :
  

Foto di atas adalah foto saya bersama Tim Poomsae Beregu Putri dari Provinsi Banten. Di sebelah kanan saya adalah Taekwondoin dari Pandeglang, yaitu Genna Upshari Mugnijuniar. Yang merupakan anak didik sabum nim Fiva Zabreno, Sekum T.I Banten. Sementara dua yang lainnya adalah Regita Adistia Ina Rahma Pramesti yang merupakan siswa binaan DEMOS M.A.S sejak sabuk putih hingga saat ini.

Regita saat ini adalah siswa kelas 3 SMA di Serang, di mana ia berlatih sejak SMP di PPLP Banten, masuk dan lolos penjaringan siswa berprestasi lewat poomsae, yang merupakan spesialisasi DEMOS M.A.S. Sementara Ina Rahma Pramesti yang merupakan anak kandung sabum nim Sri Budoyo, wasit internasional dan salah satu senior di Banten yang cukup di segani, kini duduk di bangku SMA kela 1 di SMAN 4 Tangerang yang merupakan atlet Poomsae kebanggaan T.I Kota Tangerang.

Meskipun kemarin kami menjadi lawan, tapi kekeluargaan dan kebersamaan serta sikap khidmat dan hormat mereka kepada pelatih patut diacyngi jempol. Saat malam hari mereka mengirim pesan ke bbm saya mengucapkan terimakasih dan mengutarakan bahwa mereka tetaplah murid DEMOS M.A.S sampai kapan pun. Sikap yang patut dijadikan contoh oleh para seniornya yang hanya karena masalah kecil lalu menjadikan berselisih paham dan saling memfitnah satu sama lain.


Foto di atas adalah saya bersama murid binaan yang kini membela Provinsi Yogyakarta, yang turun di nomer poomsae beregu putri, yaitu Avicenia Adisha. Meskipun bukan murid sejak sabuk putih, lebih tepatnya saya kenal dengan Avi sejak kelas 1 SMP di SMPN 2 Tangerang dengan status pindahan dari klub lain dengan menyandang sabuk biru. Tetapi kedekatan saya dengan Avi sudah seperti keluarga, karena setiap kali saya pergi ke Jogja pasti menginap di rumahnya dan walau sebentar pasti menyempatkan diri untuk latihan di sana.

Turut bangga dan senang melihat pencapaiannya hingga sejauh ini, dengan memperoleh peringkat 8 Nasional berarti telah lolos dan mendapatkan tiket menuju PON 2016 di Bandung bulan September yang akan datang.


Terakhir, foto di atas adalah saya bersama sabum Stella Maria yang merupakan anggota aktif Klub Bulungan, salah satu klub Taekwondo yang cukup besar dan disegani di DKI. Saya kenal Stella sejak dua tahun lalu, beliau salah satu murid yang saya sendiri banyak belajar dari sikap dan kegigihannya. Meskipun jarak antara dojang saya dengan rumahnya cukup jauh, puluhan kilometer, tetapi tidak menyurutkan langkahnya untuk belajar poomsae pada saya.

Melihat kegigihannya, saya seperti melihat diri sendiri ketika pertama kali belajar poomsae di saat orang lain tidak ada yang menoleh dan enggan mempelajarinya. Saat itu saya melihat peluang dan sangat yakin, jika suatu saat poomsae dapat diandalkan menjadi ladang medali emas dan ladang prestasi yang membanggakan, Dan alhamdulillah, saat ini, berkat ridho Allah swt dan diiringi kerja keras, DEMOS M.A.S mampu menjadi barometer poomsae tanah air dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan poomsae di Indonesia.

Terakhir, pesan saya, pandai-pandailah dalam melihat peluang dan bekerja keraslah dalam mengasah kemampuan. Apapun yang kita pilih, maka jadilah yang terbaik dalam pilihan tersebut. Jangan tanggung-tanggung dan jangan takut maju ke depan sendirian. Karena semua pejuang besar memulai perjuangannya dalam sepi, dalam kesendirian, hingga akhirnya diakui oleh manusia lainnya.

Meskipun pilihan saya saat itu dianggap aneh dengan memposisikan diri dan klub saya sebagai klub dan pelatih spesialisasi poomsae, saya jalan terus karena melihat dan meyakini peluang yang ada di depan. Prinsipnya adalah, jika bisa beda, kenapa harus sama? Yakinilah, karena semua kita diciptakan unik dan berbeda, tidak ada satupun yang identik 100% sama. Maka, jadilah berbeda dari yang lainnya.

Jadilah yang janggal
Jadilah yang aneh
Jadilah yang kikuk
Jadilah yang sedikit
Jadilah yang berani
Jadilah pemberontak
Jadilah berbeda
Karena biasanya pemberontak yang aneh, manusia yang berani dan jangal serta mereka yang sedikit kikuk mempunyai hati yang bersih dan visi yang jelas.
Jika bisa beda, buat apa sama?

Want to know more about us?
Please contact 085710100054
DEMOS MARTIAL ARTS SCHOOL 
Klub beladiri Taekwondo dan Hapkido TERBAIK di Tangerang, Banten dengan banyak torehan prestasi yang membanggakan dari skala daerah hingga skala daerah hingga dunia
Tempat latihan :
BALEKOTA MARTIAL ARTS CLASS
Mal Balekota lantai 2 Foodcourt Balerasa
jalan Jend Sudirman no 7 km 10 Sukarasa Tangerang 15119
Jadwal : Rabu-jumat-minggu jam 4 sore untuk anak2 dan remaja, jam 7 malam untuk mahasiswa dan dewasa
Info lengkap
085710100054
081310499051
demos_academy.blogspot.com

Jumat, 20 November 2015


Bismillah.
Baru saja pulang dari event Pra PON, yaitu event yang diadakan empat tahun sekali untuk menjaring atlet-atlet yang akan bertanding pada event tertinggi olahraga multi event tingkat nasional yaitu Pekan Olahraga Nasional atau disingkat PON. Kali ini Pra PON diadakan di Jakarta, tepatnya di POPKI Cibubur. Sebuah gedung yang sudah amat akrab dengan insan Taekwondo Indonesia.

Dan alhamdulillah, pencapaian kontingen Bali kali ini sangat memuaskan. Karena ini adalah sejarah bagi provinsi Bali yang sejak awal dalam dunia taekwondo tidak terlalu dianggap penting. Namun kali ini Bali membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Hal ini sampai disebutkan oleh ketua umum PBTI dalam penutupan acara ini. Bahwa ajang Pra PON kali ini semakin menunjukkan bahwa kemampuan para atlet dari luar jawa pun tidak kalah hebatnya dibanding provinsi-provinsi lain yang sudah erbiasa dan mendominasi berbagai event taekwondo tingkat nasional seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jogjakarta dan DKI.

Dan sebagai pelatih poomsae kontingen Bali, kali ini adalah Pra PON yang paling istimewa  dan mendebarkan dari dua kali Pra PON yang pernah saya alami. Alasan yang paling utama adalah karena kepindahan saya sebagai mantan pelatih dari provinsi lain beserta semua tim senior yang saya miliki. Tapi sekali lagi alhamdulillah wa syukurillah dengan semangat dan ridho Allah swt, tim ini mampu berprestasi sehingga berhasil lolos semua menuju PON 2016 di Bandung.

Hari pertama Pra PON diisi oleh pertandingan Kyoruki. Sementara hari kedua dan ketiga diisi juga oleh nomer pertandingan Poomsae. Atlet-atlet asuhan DEMOS M.A.S bertanding pada dua hari terakhir ini. 


Foto di atas adalah atlet-atlet senior binaan DEMOS M.A.S yang berlaga pada event Pra PON, yaitu Lisa Latifah, Najmi Wirisundari, Indirani Permatasari, Ghilman Rajih, Adhitya Nugraha, Fajri Shidqi dan M. Abdurrahman Wahyu. 


Sementara foto di atas adalah hasil perolehan hari pertama tim poomsae Provinsi Bali yaitu 1 medali perak untuk tim beregu putra dan peringkat ke enam untuk tim beregu putri. Raihan ini otomatis membawa tim beregu putra dan putri provinsi Bali ke ajang PON 2016 di Bandung. 


Gambar di atas adalah gambar yang diambil pada hari kedua. Hari ini tim poomsae Bali berhasil menambah pundi medali kontingennya dengan tambahan 1 medali perunggu untuk atlet individu putri atas nama Najmi Wirisundari dan 1 medali perak untuk atlet atas nama M. Abdurrahman Wahyu.

Bangga sekaligus haru melihat pencapaian anak-anak didik saya kali ini. Karena ajang Pra PON ini adalah saat paling krusial dalam hidup saya samai saat ini untuk membuktikan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki saya sebagai pelatih serta kemapuan anak-anak didik saya. Sempat terdengar suara ejekan dan suara-suara yang tidak enak didengar saat anak-anak didik saya tampil, terutama beregu putri dan individu putri. Yang sebenarnya tidak layak dilakukan oleh siapapun dalam ajang yang terhormat macam Pra PON ini. Tapi Allah masih sangat memayungi kami dengan rahmat dan lindungan-Nya serta ridho-Nya.

Meski nilai Najmi sempat anjlok pada babak penyisihan, tetapi pada saat final dengan semangat yang kuat, dengan doa yang ikhlas dan seratus persen kemampuannya, Najmi mamupu meraih medali perunggu untuk mendobrak dominasi atlet-atlet Jabar, Jateng, dan Kaltim. Beruntungnya pula karena saat final, Najmi mendapatkan poomsae yang memang dimata saya adalah "spesialisasinya". sehingga mendapat hasil yang baik dan layak. 


Senyuman inilah yang Najmi berikan pada orang-orang yang meneriakinya saat babak penyisihan ketika dia menampilkan usaha terbaiknya. Dan senyuman ini pula yang dia persembahkan untuk para pendukungnya sebagai tanda terimakasih atas dukungannya sampai akhir. Very very proud of you. Memang. balasan terbaik bagi para pembencimu adalah senyuman dan keberhasilan. Way to go my girl.!


Gambar di atas adalah M. Abdurrahman Wahyu, atlet individu putra Bali yang berhasil meraih medali perak pada nomor individu putra. Seperti Najmi, setelah sempat berada di posisi ke empat pada babak penyisihan, akhirnya pada babak final berhasil merangsek naik ke posisi dua. 


Foto di atas adalah tim beregu putra Bali yang berhasil meraih medali perunggu.


Dan ini adalah tim beregu putri Bali yang mendapatkan posisi ke enam serta tiket menuju PON 2016.

Insya Allah, esok hari akan saya tulis mengenai atlet-atlet binaan DEMOS M.A.S yang berlaga pada ajang ini tetapi membela provinsi lainnya. Sekali lagi, Pra PON ini sungguh sangat istimewa, berhasil membuat kami menjadi semakin dekat pada Allah SWT. Karena sejak seminggu menjelang sampai Hari H kejuaraan, kami terus berusaha melakukan apapun yang terbaik bagi cita-cita kami. Dan alhamdulillah, Allah mendengar doa-doa kami.

Alhamdulillah, Allahu Akbar. PON 2016, here we come.! 

Rabu, 21 Oktober 2015

Arti dari Logo DEMOS M.A.S

Bismillah.

Banyak yang bertanya, terutama siswa didik baru tentang arti dari Logo DEMOS Martial Arts School. Pertanyaan yang kerap muncul adalah mengapa gambarnya orang sedang membanting, bukannya menendang, sementara DEMOS adalah klub Taekwondo.

Pertama, mari kita perjelas bersama, DEMOS tidak hanya mengajarkan Taekwondo, tetapi juga Hapkido. Dua beladiri ini memang berbeda tapi berasal dari satu negara yang sama, yaitu Korea. Di sana, banyak Dojang Taekwondo yang juga berfungsi sebagai dojang Hapkido. Kami, memulai budaya baru, di mana dalam satu dojang, satu pelatih, memiliki kemampuan yang lengkap, di mana atlet atau siswa binaannya memiliki dua sertifikat beladiri yang berbeda, dan itu sah-sah saja.

Warna emas yang membingkai perisai melambangkan kejayaan, keberkahan dan kekayaan. Jaya dalam prestasi, berkah dalam usaha mencapai cita2 dan kaya dalam keilmuan.

Perisai melambangkan kekuatan, perlindungan dan kesatuan. Kuat dalam karakter, melindungi diri sendiri dan keluarga serta bersatu dalam menggapai cita2 dan kebaikan.

Gambar orang yang membanting adalah teknik yang disebut Anja deora keokki, atau teknik membanting dan mengunci lawan dari posisi duduk, yang merupakan teknik khas dari beladiri Hapkido.

Warna merah dan biru dari gambar dua orang yang melakukan teknik anja deora keokki melambangkan Chong dan Hong, setara dengan Ying dan Yang atau Um dan Yang. Dua kekuatan alami yang saling bersinergi dalam alam. Abadi dan saling melengkapi.

Sedangkan nama DEMOS sendiri adalah singkatan dari nama pendirinya aDE MOehammad Sujud.

Lalu latar belakang putih melambangkan kesucian hati pelakunya demi usahanya menjadi manusia baik yang memanusiakan manusia lain serta lawannya.

Senin, 19 Oktober 2015

JADWAL LATIHAN DEMOS MARTIAL ARTS SCHOOL

DEMOS MARTIAL ARTS SCHOOL

https://goo.gl/photos/iSmTqMM2ijkjsHXy5

1. Kelas Hapkido
    di Mal Balekota lantai 2 Foodcourt Balerasa, jalan Jend Sudirman KM 10, sukarasa, Poris Kota Tangerang, 15119
    Rabu, Jumat dan Minggu
    jam 4 sore kelas amak-anak usia TK dan SD
    jam 7 malam kelas remaja dan dewasa

2. Kelas khusus Poomsae Taekwondo
    di GOR Periuk Sangiang Kota Tangerang
    Kamis dan Sabtu
    jam 4 sore

CP
ADE MS
08571010054
5225F8BD

Senin, 12 Oktober 2015

UNS CUP 8 - 10 OKTOBER 2015

Bismillah
Alhamdulillah, pada event UNS cup kali ini, meskipun baru pertama kali ikut serta di dalamnya, tim poomsae Demos M.A.S bisa cukup berbicara.
Dengan raihan medali sebagai berikut
Individu putri, najmi wirisundari, mendapatkan medali perunggu.

Beregu putra, memperoleh medali emas.

Dan medali perak diraih oleh beregu putri.

Ajang UNS kali ini dimaksudkan sebagai ajang try out atau pemanasan sebelum Pra PON yang akan diadakan pada bulan November 2015 di Semarang.

Jumat, 09 Oktober 2015

PORPROV Bali 2015

Bismillah.
Tanggal 9 september kemarin tim poomsae senior DEMOS mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Bali di Jineng dalem, Buleleng. 

Alhamdulillah mendapatkan 3 medali emas untuk nomer individu putra, individu putri dan beregu putri. 

Plus 1 medali perak (dengan catatan dan berbagai tanda tanya) untuk beregu putra.

Sabtu, 25 Juli 2015

Selamat Ulang Tahun Anak Sulungku


Selamat ulang tahun anak sulungku,
Adam putra firdaus.
Selamat hari jadi ke 13,
Bilangan yang bukan anak-anak tapi juga belum dewasa.
Selamat berkembang anak pertamaku,
Seiring doa agar engkau sehat, semakin tegar dan rajin ibadah terus.
Semoga hati dan wawasanmu makin luas,
Seiring doa agar engkau menjadi pengubah dunia yang ahli surga.


Mungkin engkau masih ingat lirik sederhana ini,
Lagu Sheila On 7 yang selalu berhasil buat kamu lelap tertidur
"Layaknya gelap malam, yang indah karena bintang 
Layaknya sang penyair, yang indah karena puisi.
Bagiku kau bintang selayak puisi tetaplah di sini peri kecilku
Bagiku kau bintang selayak puisi
Temani aku selamanya"


Met ultah ya anak sulungku
meski kita sering bertengkar
Engkau adalah cinta keduaku setelah cintaku pada ibumu
malu ku mengakuinya, tapi karena sifat kita kembar.
Tapi untunglah wajahmu lebih mirip ibumu
seperti senyum manismu yang lebar
Doaku selalu mengiringimu
semoga engkau dihiasi oleh Allah sifat taat dan sabar
Janganlah engkau seperti ayahmu
jadilah pria yang berhati kuat dan tegar.
Anak sulungku,
Sampai kapanpun ayah akan tetap mencintaimu...

Sabtu, 20 Juni 2015

Gerakan Dasar Taekwondo (Basic Movements)

Bismillah.
Selamat sahur dan selamat menjalankan ibadah puasa.
Segala sesuatu ada basic-nya, semua hal ada dasarnya, dan beladiri dalam hal ini Taekwondo pun memeliki dasar gerakan yang dalam bahasa Korea di sebut Kibon Dongjak.Setinggi apapun tingkat sabuk seorang praktisi beladiri maka hal yang paling sering dilakukannya atau yang harus dikuasainya adalah basic mvements-nya atau gerakan dasarnya.

Gerakan dasar semua beladiri pasti pukulannya, tangkisannya serta kuda-kuda dan tendangannya. Karate, Taekwondo, Kungfu apapun itu jenis beladirinya pasti gerakan dasar inilah yang harus dikuasai jika ingin disebut saboem, senpai atau shifu. Sabuk hitam adalah mereka yang menguasai dengan baik teknik-teknik dasarnya.

Teknik dan gerakan dasar dalam Taekwondo 
Dalam video di bawah ini diperlihatkan beberapa gerakan dasar dalam aekwondo yang sering muncul dalam semua poomsae atau jurus. 


Kibon Dongjak / Basic Movement Sesi 1
- Apkubi arae makki - Apkubi momtong jirugi - Apkubi apchagi




Kibon Dongjak / Basic Movement Sesi 2- Dwitkubi momtong bakkat makki - Apkubi dung jumok apchigi - Apkubi Yop chagi


Kibon Dongjak / Basic Movement Sesi 3- Apkubi momtong makki - Dwitkubi sonnal makki - Dwitkubi dollyo chagi


Kibon Dongjak / Basic Movement Sesi 4- Apkubi olgul makki - Apkubi hansonnal mok chigi - Apkubi momtong baro jirugi








Rabu, 17 Juni 2015

Latihan Saat Berpuasa

Ramadan sungguh merupakan bulan yang penuh berkah. Selain berkah spiritual, berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa berpuasa juga menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan kita.

Manfaat kesehatan berpuasa

  • Penurunan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular
  • Banyak studi ilmiah yang telah dilakukan menunjukkan hubungan positif antara berpuasa dan kesehatan kardiovaskular. Salah satu penelitian bahkan menemukan bahwa satu hari berpuasa dalam sebulan saja sudah dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner sampai separuhnya.
  • Peningkatan sensitivitas insulin
  • Insulin adalah hormon polipeptida yang dihasilkan pankreas untuk mengatur metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Hormon ini juga bersifat anabolik yang meningkatkan penggunaan protein untuk membentuk jaringan otot.
    Kebiasaan makan yang berlebihan, baik terlalu banyak maupun terlalu sering, dapat menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Sensitivitas insulin yang buruk, yang sering kali disebut resistensi insulin, ini meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung dan kanker.
    Dengan berpuasa, tubuh menjadi lebih jarang memproduksi insulin, sehingga lebih sensitif terhadap hormon ini. Kadar insulin yang rendah mengurangi penyerapan glukosa, sehingga tubuh akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi/lipolisis. Hal ini tentu saja merupakan kabar baik bagi rekan-rekan yang ingin menurunkan berat badan.
  • Peningkatan produksi growth hormone
  • Growth hormone (GH), alias somatotropin, adalah hormon polipeptida yang berperan dalam mengendalikan pertumbuhan tulang, otot dan organ. Karena fungsinya yang terkait dengan pembentukan jaringan otot, pembakaran lemak, peningkatan kualitas tulang, bahkan umur panjang, hormon ini sering dianggap sebagai ramuan ajaib oleh olahragawan, terutama di kalangan binaragawan, yang memerlukan pembentukan otot sekaligus pembakaran lemak.
    Salah satu cara mudah untuk meningkatkan produksi GH adalah dengan berpuasa. Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2011 menunjukkan bahwa berpuasa selama 24 jam dapat meningkatkan produksi GH sampai 2.000% untuk laki-laki dan 1.300% untuk perempuan.

Manfaat berolahraga saat berpuasa

Selain manfaat-manfaat yang telah disebutkan di atas, ada manfaat tambahan lain jika berpuasa digabungkan dengan berolahraga.

Tips berolahraga saat berpuasa

Berbeda dengan jenis puasa lain, berpuasa di bulan Ramadan tidak memperbolehkan praktisinya untuk mengonsumsi minuman. Oleh karena itu, harap perhatikan tips berikut jika akan berolahraga saat berpuasa Ramadan:
  1. Hindari dehidrasi
  2. Selama Ramadan, minumlah air sebanyak mungkin mulai dari saat berbuka puasa sampai sahur agar terhindar dari dehidrasi. Disarankan untuk mengonsumsi air minum sebanyak 2 sampai 3 liter, atau sekitar 8 sampai 10 gelas air. Untuk memudahkan, air dapat diminum sebanyak 1 sampai 2 gelas setiap jamnya.
    Mandi air dingin selama 5 sampai 10 menit juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh.
  3. Berolahraga menjelang berbuka
  4. Untuk mendapatkan manfaat berolahraga saat berpuasa, seperti yang disebutkan di atas, sekaligus mengurangi kemungkinan dehidrasi, lakukan olahraga sekitar satu jam sebelum berbuka. Jangan lupa untuk membawa post-workout shake yang dapat digunakan untuk segera berbuka puasa jika olahraga berakhir pada saat magrib.
    Makanan berindeks glikemik rendah, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran dan buah, juga dapat dipilih sebagai makanan sahur. Tubuh mencerna makanan berindeks glikemik rendah secara perlahan sehingga kita dapat menahan lapar lebih lama.
  5. Lakukan olahraga secara bertahap
  6. Agar tubuh tidak kaget, lakukan olahraga secara bertahap saat kita melaksanakan puasa. Lakukan sesuai dengan kemampuan dan jangan terlalu memaksakan diri. Mulailah dengan pemanasan terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan olahraga ringan seperti joging atau bersepeda santai. Setelah tubuh mulai terbiasa, intensitas olahraga dapat mulai ditingkatkan.
    Praktisi bela diri bisa memulai dengan berlatih teknik di hari-hari awal Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan light sparring setelah tubuh beradaptasi dengan berpuasa.
    (disadur dari tulisan Mulyadi Subali, Silverback Wolves)

Senin, 15 Juni 2015

Lokasi Tempat Latihan Demos M.A.S

Demos Martial Arts School http://goo.gl/maps/L3jhm

Minggu, 14 Juni 2015

Pentingkah Memperkenalkan Anak Pada seni Bela Diri?


Bismillah.

Pasti masih banyak di antara kita, sebagai orangtua yang bertanya, sepenting apakah beladiri untuk anak-anak? Baiklah, tulisan ini saya ambil dari berbagai sumber di internet dan saya akan coba sedikit bantu menjawab keraguan tersebut. Silakan di simak

1. Anak-anak akan jadi lebih aktif.
Anak anda cenderung pasif atau pendiam, atau pemalu atau mungkin obesitas?  Beladiri adalah salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk kita berikan kepada anak-anak kita agar lebih aktif bergerak dan lebih banyak terlibat dengan sesamanya. Terutama untuk yang obesitas, latihan beladiri yang baik dan teratur dapat membantu mengurangi bobot tubuh anak. Taekwondo sebagai beladiri yang atrakif dan energik pasti akan sangat membantu pergerakan dan perkembangan tubuh anak-anak. Dimana anak diminta untuk bergerak penuh energi dengan mengandalkan gerakan pada tungkai kaki dan tangan sehingga mau tak mau anak akan banyak mengeluarkan tenaga yang menghabiskan lemak yang tertumpuk disekujur tubuhnya. 

2.  Meningkatkan fokus dan konsentrasi
Apakah anak anda termasuk salah satu anak yang sulit berkonsentrasi pada satu hal? Jika ya, maka beladiri adalah jawabannya. Hapkido mengajarkan anak untuk fokus pada pergerakan lawan. Hapkido mengajarkan anak untuk waspada dan melakukan counter attack yang baik pada tenaga yang menyerangnya. Hapkido sebagai beladiri yang lembut sangat mengedepankan komunikasi dua pihak, antara penyerang dengan yang di serang. Hal ini secara otomatis akan melatih kemampuan bersosialisasi pada anak.

3. Meningkatkan kepercayaan diri anak,
Bagi anak, memakai seragam beladiri dengan sabuknya adalah sebuah kebanggaan, mereka merasa memiliki sesuatu yang layak dipertontonkan.  Bukankah kita semua ingin memiliki anak yang percaya diri dan tidak pemalu?



4. Belajar resolusi konflik.
Tidak melulu beladiri itu tentang berkelahi. Hapkido maupun Taekwondo mengajarkan meditasi, seni pernafasan, dengan filosofi saat diam, saat berfikir, saat mengosongkan pikiran, saat itulah manusia mencapai tingkat ke sadaran tertingginya. Dan tidak semua konflik harus diselesaikan dengan kekerasan.

5. Belajar hormat kepada sesama.
Beladiri seperti Hapkido, Taekwondo, Karate, Jujitsu dan lain-lain, terutama beladiri yang berasal dari timur sangat mengedepankan respek, saling menghormati dan menghargai. Hal ini sangatlah penting sebagai bekal hidup mereka sepanjang usia.

6. Belajar filososfi kehidupan.
Hapkido dan Taekwondo adalah beladiri yang penuh dengan filosofi, penuh dengan makna, maka temukanlah pelatih-pelatih beladiri yang tidak hanya pandai dalam mengajarkan "how to fight" tetapi juga mengajarkan "how to survive" dan "how to live". Di Demos Martial Arts School setiap anggotanya diajarkan untuk survive dan memilik karakter yang kuat dalam kehidupan. Selain belajar bagaimana berkelahi, disini anak-anak juga diajarkan bagaimana berdamai, terutama berdamai dengan diri sendiri. seperti motto yang ditanamkan dalam klub ini yaitu "KAMI BELAJAR BELADIRI UNTUK MENJADI ORANG BAIK"




Selasa, 09 Juni 2015

Hapkido Bokgum Training, latihan pedang dalam Hapkido

Hapkido,
Nama.yang relatif baru dalam.dunia beladiri Indonesia. Walaupun sebenarnya di negara asalnya, Korea, beladiri ini hadir dan dikenal hampir bersamaan dengan sejarah munculnya Taekwondo sebagai beladiri yang paling terkenal dari negeri ginseng.

Sejak 2013,.di Indonesia telah hadir secara resmi Hapkido yang diperkenalkan oleh salah satu master Taekwondo juga yaitu master Vincentius Suryadi yang akrab dipanggil master yoyok. Dan kini telah resmi memiliki Pengurus Besar Hapkido Indonesia yang berpusat di Jogjakarta.

Dan Demos Martial Arts School menjadi salah satu pionir pengembangan Hapkido di negara ini. Kini telah membuka kelas Hapkido yang bertempat di Mal Balekota lantai 2 foodcourt Kota Tangerang.
Dengan jadwal latihan setiap jumat dan minggu sore jam 4 sampai jam 6. Dan sesi ke dua jam 7 sampai jam 9 malam.

Di Demos M.A.S, peserta Hapkido juga mendapatkan keistimewaan mengikuti kelas Poomsae Taekwondo secara free alias gratis. Yang berarti kelak akan mendapatkan dua sertifikat beladiri bagi setiap praktisinya.

Hapkido sangatlah atraktif. Selain pukulan dan tendangan juga diajarkan menggunakan senjata, kuncian dan bantingan. Jika boleh disimpulkan, Hapkido memiliki teknik yang komplit sebagai sebuah beladiri.

Dan untuk pertama kalinya di hulan agustus nanti, tepatnya tanggal 22 dan 23 agustus, Demos M.A.S bekerjasama dengan PB Hapkido Indonesia akan mengadakan seminar Hapkido pertama di Banten yang bertujuan mencari pionir, leader dan rekan untuk mengembangkan Hapkido di tanah air sebagai beladiri baru, dengan tujuan agar pada 2016 bisa mengadakan Kejurnas Hapkido yang pertama dan masuk KONI secara nasional.

Untuk info lebih lanjut silakan hubungi
085710100054 (ade ms)